Cerita Ayah dan Anak Terpisah Selama 13 Tahun Yang dipertemukan Oleh Sebuah Makanan

Posted on
Cerita Ayah dan Anak Terpiasah Selama 13 Tahun Yang dipertemukan Oleh Sebuah Makanan
Cerita Ayah dan Anak Terpiasah Selama 13 Tahun Yang dipertemukan Oleh Sebuah Makanan

Indobaca.com

Seorang pria di Cina yang dijual oleh ibunya sendiri ketika berusia 7 tahun akhirnya dipersatukan kembali dengan ayahnya setelah 13 tahun terpisah. Pertemuan tersebut terbilang unik karena mereka dipertemukan lewat sepiring tiram goreng.

Li Risheng dijual sang ibu dan dua teman ibunya saat masih sangat belia. Dengan demikian, dia tidak banyak memiliki kenangan tentang masa kecilnya, termasuk mengingat kampung halamannya sendiri.

“Saya masih ingat hari saat saya dijual. Ketika itu hujan lebat dan dua teman ibu datang ke rumah. Setelah makan, mereka mengajak saya keluar berjalan-jalan, tapi ayah saya menolaknya. Mereka akhirnya membawa lari saya,” kata Li.

Li kemudian dijual kepada sepasang suami-istri dan keluarga yang tinggal di Yunfu, Guangdong. Dia mencoba melarikan diri beberapa kali, tapi gagal. Namun keinginan menemukan kembali keluarga kandungnya tidak pernah pudar.

Li akhirnya berhasil meninggalkan keluarga angkatnya ketika berusia 11 tahun dan mulai bekerja di kota lain. Pada akhir 2015 lalu, ia kemudian mendaftarkan data dirinya di Baobeihuijia atau Baby Come Home, sebuah situs Cina yang khusus menghubungkan anak-anak yang hilang dengan keluarga mereka.

Pada pertengahan 2016 lalu, Li menikmati hidangan tiram goreng di sebuah restoran di Wenshanzhou, Provinsi Yunnan, yang kemudian mengingatkannya pada masa kecil. Setelah ditanya, pemilik restoran tersebut memberi tahu Li bahwa hidangan tersebut berasal dari Maoming di Guangdong.

Li kemudian melacak ayahnya dengan bantuan Baobeihuijia. Pada September 2016 silam, relawan dari Baobeihuijia membawa Li ke Biro Keamanan Umum Shenzhen untuk mengambil sampel darahnya guna analisis DNA.

Polisi di Shenzhen melaporkan kasus ini ke rekan-rekannya di Maoming, yang berhasil melacak seorang pria bernama Li Shengxiong yang anaknya dilaporkan hilang. Pada Desember 2016, relawan dari Baobeihuijia membawa seorang pria bernama Li Shengxiong untuk melakukan analisis DNA.

Pada 6 Januari lalu, polisi setempat dari Distrik Dianbai membenarkan bahwa Li Shengxiong adalah ayah Li Risheng. Ayah dan anak ini pun diundang Biro Keamanan Umum Maoming untuk bertemu setelah 13 tahun berpisah dalam suasana penuh haru.

Indobaca.com

Seorang pria di Cina yang dijual oleh ibunya sendiri ketika berusia 7 tahun akhirnya dipersatukan kembali dengan ayahnya setelah 13 tahun terpisah. Pertemuan tersebut terbilang unik karena mereka dipertemukan lewat sepiring tiram goreng.

Li Risheng dijual sang ibu dan dua teman ibunya saat masih sangat belia. Dengan demikian, dia tidak banyak memiliki kenangan tentang masa kecilnya, termasuk mengingat kampung halamannya sendiri.

“Saya masih ingat hari saat saya dijual. Ketika itu hujan lebat dan dua teman ibu datang ke rumah. Setelah makan, mereka mengajak saya keluar berjalan-jalan, tapi ayah saya menolaknya. Mereka akhirnya membawa lari saya,” kata Li.

Li kemudian dijual kepada sepasang suami-istri dan keluarga yang tinggal di Yunfu, Guangdong. Dia mencoba melarikan diri beberapa kali, tapi gagal. Namun keinginan menemukan kembali keluarga kandungnya tidak pernah pudar.

Li akhirnya berhasil meninggalkan keluarga angkatnya ketika berusia 11 tahun dan mulai bekerja di kota lain. Pada akhir 2015 lalu, ia kemudian mendaftarkan data dirinya di Baobeihuijia atau Baby Come Home, sebuah situs Cina yang khusus menghubungkan anak-anak yang hilang dengan keluarga mereka.

Li Risheng akhirnya kembali bertemu ayahnya
Li Risheng akhirnya kembali bertemu ayahnya

Pada pertengahan 2016 lalu, Li menikmati hidangan tiram goreng di sebuah restoran di Wenshanzhou, Provinsi Yunnan, yang kemudian mengingatkannya pada masa kecil. Setelah ditanya, pemilik restoran tersebut memberi tahu Li bahwa hidangan tersebut berasal dari Maoming di Guangdong.

Li kemudian melacak ayahnya dengan bantuan Baobeihuijia. Pada September 2016 silam, relawan dari Baobeihuijia membawa Li ke Biro Keamanan Umum Shenzhen untuk mengambil sampel darahnya guna analisis DNA.

Polisi di Shenzhen melaporkan kasus ini ke rekan-rekannya di Maoming, yang berhasil melacak seorang pria bernama Li Shengxiong yang anaknya dilaporkan hilang. Pada Desember 2016, relawan dari Baobeihuijia membawa seorang pria bernama Li Shengxiong untuk melakukan analisis DNA.

Pada 6 Januari lalu, polisi setempat dari Distrik Dianbai membenarkan bahwa Li Shengxiong adalah ayah Li Risheng. Ayah dan anak ini pun diundang Biro Keamanan Umum Maoming untuk bertemu setelah 13 tahun berpisah dalam suasana penuh haru.