Kisah Seorang Ayah Buta Ini Buat Semua Netizen Terharu

Posted on
Kisah Seorang Ayah Buta Ini Buat Semua Netizen Terharu
Kisah Seorang Ayah Buta Ini Buat Semua Netizen Terharu

Indobaca.com

Siapa yang tak merasa teharu melihat foto seorang pria penderita tunanetra (buta), namun masih sanggup menggendong anaknya yang masih sangat kecil. Sembari memegang sebauh tongkat, pria tersebut terlihat menggendong anaknya naik angkutan umum.

Kisah tersebut dibagikan seorang pengguna Facebook bernama Neena Anuar. Di akun miliknya, Neena menceritakan bagaimana seorang ayah yang buta tersebut dengan sabar dan tabah mengasuh anaknya ke mana saja serta mampu menjaganya dengan sangat baik.

“Suami kirim pesan di WhatsApp. Dia bilang seorang ayah yang buta naik trem sambil menggendong anaknya yang masih kecil pagi tadi. Dia terenyuh melihat mereka berdua. Ayah memperlakukan anaknya dengan penuh kasih sayang, serta sanggup membawa banyak tas di tangan dan badan untuk keperluan si kecil.”

” Ya Allah, menyentuh sekali melihat foto ini! Kasih seorang ayah yang kurang penglihatannya. Anaknya terlihat begitu sempurna dan sangat cantik!”

Banyak Orang ‘Membutakan’ Diri

” Tetapi dalam waktu yang sama, saya merasa sedih dan kecewa. Kecewa dengan segelintir orang yang cukup segalanya tetapi mereka malas berusaha.”

” Bahkan lebih mengecewakan ketika mereka rela mengabaikan tanggung jawab mereka terhadap anak-anak.”

” Sangat menyedihkan ketika mereka menyalahkan takdir kehidupan mereka yang dianggap menjadi penyebab hidup mereka sengsara.”

” Justru, mereka sendiri yang membutakan mata hati mereka untuk melihat dan mengambil hikmah dari kisah kehidupan mulia. Seperti yang dijalani pria yang buta penglihatannya, namun masih mampu memberikan kasih sayang yang terbaik buat anaknya.”

” Saya sendiri mengambil hikmah dari kisah bapak-anak ini. Alhamdulillah, Allah beri saya nikmat kehidupan bersama suami dalam segala hal. Tetapi Allah masih belum karuniakan kami rezeki untuk memiliki rumah dan anak sendiri.”

” Seandainya saya tidak puas dengan apa yang belum saya miliki ini, itu berarti saya tidak bersyukur dengan limpahan nikmat rezeki yang Allah telah berikan pada kehidupan kami sampai hari ini.”

” Jadi, selalu tanamkan di hati untuk, tidak mengeluh, dan tidak mengeluh. Harus selalu ingat nasib orang lain yang mungkin diuji lebih parah dari kita.”

” Allah Maha Adil. Setiap orang diberi harapan dan diuji dengan kekurangan, kelebihan serta nikmat kehidupan masing-masing. Allah selalu sayang hamba-hambaNya.”

” Ya Allah, semoga Engkau lindungi bapak-anak ini dan Engkau permudahkan setiap urusan keluarga tersebut. Amin.”