Tragis..!! Petani Asal Prancis Ini Rela Dipenjara Demi Menolong Para Imigran Gelap

Posted on
Tragis..!! Petani Asal Prancis Ini Rela Dipenjara Demi Menolong Para Imigran Gelap
Tragis..!! Petani Asal Prancis Ini Rela Dipenjara Demi Menolong Para Imigran Gelap

Indobaca.com

Seorang petani Prancis diseret ke pengadilan karena membantu menyelundupkan para pengungsi pengungsi.

Seperti dilansir RT, Kamis 5 Januari 2017, pengadilan Kota Nice mendakwa Cedric Herrou dengan tuduhan membantu imigran gelap masuk dan bermukim diwilayah Prancis. Jika terbukti bersalah, Herrou terancam hukuman lima tahun penjara dan denda hingga 30 ribu Euro atau setara dengan Rp 421 juta.

Media Prancis melaporkan Herrou dan dua orang lainnya dituduh membawa 200 pendatang haram dari wilayah Ventimiglia, Liguria, sebelah utara Italia ke Prancis. Sebagian besar imigran gelap tersebut berasal dari Eritrea dan Sudan.

Laman Prancis, 20minutes.fr, melaporkan juga bahwa ketiganya menampung para pengungsi di taman kecil miliknya, Herrou kemudian memberi tempat tinggal untuk mereka berupa tenda atau karavan. Herrou menegaskan bahwa aksinya adalah tindakan seorang warga negara yang baik dan ia pun bersumpah akan terus melakukannya demi umat manusia lainnya.

“Jika memang saya harus melanggar hukum guna membantu sesama umat manusia didunia ini, maka biarkanlah,” kata Herrou kepada pendukungnya di luar gedung pengadilan Nice, Rabu waktu setempat. Jurnalis Franceinfo, Simon Gourmellet, menyebutkan bahwa keputusan hukum terhadap Herrou akan dibacakan pada 10 Februari 2017 mendatang.

Pada bulan Oktober 2016 silam, Herrou bersama sejumlah temannya membuka desa wisata yang sudah lama ditinggalkan oleh milik perusahaan kereta api SNCF, untuk menampung sejumlah pengungsi dari luar Prancis. Polisi kemudian menangkap dia tiga hari setelahnya.

Pada Agustus tahun lalu juga, Herrou ditangkap karena menyelundupkan delapan pengungsi asal Eritrea ke dalam mobilnya menuju Kota Prancis. Namun, tuduhan terhadap Herrou dalam kasus ini dibatalkan oleh pihak pengadilan karena alasan kemanusiaan semata.

Pengadilan Nice sebelumnya juga pernah mendakwa warga yang menolong imigran gelap. Pada November lalu saja, Pierre-Alain Mannoni yang bekerja sebagai pegawai laboratorium Sophia-Antipolis University di Kota Nice, didakwa mengangkut sejumlah pengungsi di dalam mobilnya.

Dalam pembelaannya, Mannoni mengatakan sikapnya dilakukan atas dasar belas kasihan dan rasa kemanusiaan saja. Putusan terhadap Mannoni akan dibacakan pada Jumat 6 Januari 2017 besok. Jika terbukti bersalah, pria ini akan dikenai hukuman selama enam bulan di luar penjara.

Badan Organisasi Dunia yang mengurusi masalah migrasi ini, melaporkan sekitar 180 ribu pengungsi relaa mengarungi Laut Mediterania yang ganas dari Afrika Utara menuju Italia sejak 1 Januari-19 Desember 2016. Sejumlah negara-negara Eropa, termasuk Prancis, pun memperketat pengamanan di perbatasan untuk menahan laju para pengungsi tersebut dengan keamanan negara masing masing.