Pasangan Suami Istri Ini Di Vonis Karena… Baca Selengkapnya disini…

Posted on
Pasangan Suami Istri Ini Di Vonis Karena... Baca Selengkapnya disini...
Pasangan Suami Istri Ini Di Vonis Karena… Baca Selengkapnya disini…

Indobaca.com

Pasangan suami istri terdakwa penyuap Irman Gusman, Xaveriandy Sutanto dan Memi, dituntut masing-masing 4 tahun dan 3 penjara. Hari ini, majelis hakim akan memvonis pengusaha gula yang diduga menyuap Irman Rp 100 juta tersebut.

Sidang vonis akan digelar di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2017). Sidang akan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Nawawi Pamulango.

Xaveriandy dituntut 4 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan, sedangkan Memi dituntut dengan pidana penjara lebih ringan yakni 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Memi dan Xaveriandy yang merupakan pemilik CV Semesta Berjaya diyakini jaksa telah menyuap Irman Gusman Rp 100 juta. Uang tersebut diduga untuk membayar jasa Irman yang telah membantu keduanya mendapatkan kuota pembelian gula impor sebanyak 1000 ton di Perum Bulog untuk dijual di Kota Padang.

Salah satu upaya Irman untuk membantu keduanya adalah dengan menghubungi Dirut Bulog, Djarot Kusumayakti.

“Kewajiban itu disalahgunakan demi kepentingan pribadinya yaitu untuk membantu para terdakwa mendapat gula impor di Sumbar dengan meminta fee Rp 300 per kg padahal sudah mendapat gaji sekitar Rp 104 jutaan,” jelas jaksa dalam tuntutannya.

Djarot sendiri telah bersaksi di muka persidangan. Ia mengaku memang pernah dihubungi Irman pada 22 Juli 2016, beberapa setelah hari raya Idul Fitri.

“Isinya kurang lebih beliau mengatakan baru pulang dari Padang, kemudian menginformasikan bahwa di Padang harga gula cukup tinggi, kemudian menginformasikan pengusaha yang baik yang bisa dipakai untuk membantu distribusi,” kata Djarot, Selasa (20/12/2016).

Akibat perbuatannya, Xaveriandy dan Memi diyakini melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.