Sri Mulyani Sebut Inilah Faktor Yang Menghambat Negara Untuk Maju

Posted on
Sri Mulyani Sebut Inilah Faktor Yang Menghambat Negara Untuk Maju
Sri Mulyani Sebut Inilah Faktor Yang Menghambat Negara Untuk Maju

Indobaca.com

Pemerintah Indonesia saat ini memiliki pekerjaan rumah (PR) yang sangat besar untuk menekan kesenjangan ekonomi yang terjadi. Rasio gini atau gini ratio Indonesia yang berada di angka 0,34 harus diwaspadai.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengungkapkan memperbaiki kesenjangan berarti harus meningkatkan pemerataan perekonomian penduduknya. Namun memeratakan ekonomi tidak mudah, apalagi di negara berpendapatan menengah (middle income country). Ada penyakit yang seringkali mengintai.

“Salah satu penyakit yang paling sering mengalahkan negara itu untuk maju bukannya musuh dari luar. Negara-negara ini berhenti menjadi middle income musuhnya paling sulit adalah dari dalam, yaitu korupsi,” kata Sri Mulyani saat berceramah di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (5/1/2017).

Mantan Direktur Bank Dunia ini mengatakan, untuk mendorong Indonesia makin maju, maka negara ini harus menjadi institusi yang efektif, efisien, dan bersih dari korupsi.

Tak hanya soal kesenjangan, dalam ceramahnya Sri Mulyani menyampaikan pendapatnya terkait rasio perekonomian Indonesia saat ini, yang berasal dari dalam dan luar negeri.

“Lingkungan kita bergerak di antara negara-negara lain, dan lingkungan global kita tidak dalam situasi positif atau tenang,” jelasnya.

Faktor ekonomi global yang mempengaruhi dunia termasuk Indonesia adalah ekonomi Amerika Serikat (AS) dan China. Seperti diketahui, AS merupakan negara dengan perekonomian terbesar pertama di dunia, dan China di nomor dua.

China saat ini tengah berjuang mengubah pola pertumbuhan ekonominya agar berkeadilan dan bersih dari korupsi serta kolusi.

“Itu tidak mudah. Tidak seperti kita membalikkan telapak tangan dalam waktu satu detik atau semenit terjadi. Mengubah pola pembangunan suatu negara apalagi sebesar RRT (Republik Rakyat Tiongkok) akan membutuhkan waktu dan proses yang luar biasa penting,” terang dia.

“Pengaruhnya sangat besar terhadap seluruh negara, karena dia adalah negara ekonomi terbesar kedua di dunia baik melalui impor atau pun ekspor,” papar Sri Mulyani.