Tak Terima Hasil Pemilu, Presiden Gambia Ini Kabur Dengan Uang Negara

Posted on
Tak Terima Hasil Pemilu, Presiden Gambia Ini Kabur Dengan Uang Negara
Tak Terima Hasil Pemilu, Presiden Gambia Ini Kabur Dengan Uang Negara

Indobaca.com

Seorang Presiden Gambia yang bernama Yahya Jammeh kabur ke luar negeri setelah menolak hasil pemilu yang diselenggarakan di negara tersebut. Ia kabur dengan membawa kabur seluruh harta kekayaannya, ia turut juga membawa uang negara lebih dari US$ 11 juta atau setara Rp 147,1 miliar.

“Peti kas kosong. Hal ini telah dibenarkan oleh teknisi di Kementerian keuangan dan Bank Sentral Gambia,” kata Mai Ahmad Fatty, yang merupakan penasihat presiden pemenang pemilu Desember 2016, Adama Barrow.

Selain membawa kabur uang negara, dilansir dari BBC, mantan presiden Gambia tersebut juga membawa serta barang-barang mewahnya, seperti sejumlah mobil mewah yang tampak dimasukkan kedalam pesawat kargo Chadian.

Menurut Fatty, otoritas bandara utama Gambia sebenarnya telah diberi tahu untuk tidak membiarkan barang-barang mewah Jammeh keluar dari negara Gambia.

Jammeh pergi meninggalkan negaranya pada Sabtu malam, 21 Januari 2017. belum diketahui pasti negara mana yang akan dituju Jammeh sebagai tempat pelariannya itu.

Yang pasti, saat Jammeh kabur melalui bandara di Kota Banjul, ibu kota Gambia, Presiden Guenia Alpha Conde mendampinginya ketika jammeh memasuki pesawat jet pribadinya. Conde juga merupakan salah seorang juru damai yang ditunjuk untuk membantu mengatasi krisis politikyang terjadi dinegara Gambia.

Informasi terbaru yang didapat, Jammeh saat ini berada di Guinea meski belum ada pernyataan resmi dari negara tersebut.

Yahya Jammeh awalnya menerima dengan lapang dada hasil pemilu pada 1 Desember 2016 lalu yang dimenangkan oleh pesaingnya itu, yakni Adama Barrow. Akan tetapi, Baru-baru ini dirinya menolak dengan hasil pemilu tersebut dan menuntut untuk diadakannya pemilu ulang.

Sikap Jammeh tersebut tentu saja mendapat kritikan dari lembaga internasional termasuk organisasi Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat dukungan PBB (Ecowas) yang mengancam Jammeh untuk mundur atau harus dipaksa dilengserkan dari jabatannya.