Parlemen Eropa Setujui Untuk Memberikan Hak Asasi Pada Robot

Posted on
Parlemen Eropa Setujui Untuk Memberikan Hak Asasi Pada Robot
Parlemen Eropa Setujui Untuk Memberikan Hak Asasi Pada Robot

Indobaca.com

Parlemen Eropa menemui kata ‘sepakat’ dalam draf undang-undang yang sedang diolah untuk memberi status kepada para robot sebagai makhluk elektronik, sehingga teknologi yang dbuat oleh manusia tersebut akan memiliki status hukumnya sendiri dan mempunyai hak asasi robot.

Dalam hasil voting yang dilakukan yang dimana disetujui oleh 17 berbanding dua anggota abstein, parlemen Eropa menyetujui untuk memberikan aturan yang komprehensif yang menentukan tentang cara manusia berinteraksi dengan robot atau sistem kecerdasan buatan ini.

Langkahi ini diputuskan karena para anggota parlemen Eropa merasa yakin bahwa dunia kini berada di persimpangan yang mengarah pada revolusi robot.

“Semakin banyak bidang kehidupan kita sehari-hari yang dipengaruhi oleh mahluk elektronik (Robotika),” Ucap Mady Delvaux salh satu anggota MEP dari Luksemburg, penulis laporan tersebut.

“Untuk mengatasi kenyataan ini dan untuk memastikan bahwa robot akan tetap menjadi pelayanan manusia maka kita sangat perlu membuat mahluk Elektronik ini (Robot) mempunyai sebuah kerangka hukum Eropa yang kuat.”

Peraturan tersebut mengalokasikan desainer harus memastikan robot ciptaan mereka memiliki saklar pembunuh yang dapat berfungsi untuk mematikan robot tersebut, jika terjadi kondisi yang mengharuskan untuk melakukannya.

Selain hal tersebut, para user (pengguna) juga diharuskan berusaha agar mampu menggunakan robot tanpa memiliki rasa takut atau kekhawatiran akan minus fisik atau psikologis sang robot.

Robot, robot web, android dan setiap manifestasi kercerdasan buatan lain akan membuka revolusi industri baru yang akan menyentuh setiap lapisan masyarakat di dunia.

Era baru robot juga berpotensi untuk menyebabkan kemakmuran secara virtual tanpa batas bagi kelangsungan hidup umat manusia. Namun muncul pertanyaan tentang peran mereka di masa depan termasuk apakah negara-negara anggota harus memperkenalkan gaji dasar kepada robot yang bertugas.

Ada kemungkinan juga dimasa depan, kecerdasan buatan mampu ini mampu mengatasi kemampuan kecerdasan pada umat manusia itu sendiri.

Sehingga menurut laporan tersebut, jika tidak ada persiapan dilakukan, maka akan menjadi tantangan terhadap kemampuan manusia untuk mengawasi hasil ciptaan mereka sendiri dan memastikan kelangsungan hidup manusia.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa di masa depan produsen atau pemilik sang robot harus membeli perlindungan asuransi untuk robot mereka masing-masing yang mungkin akan melakukan kerusakan di fasilitas publik, pajak robot saat teknologi ini mampu menghasilkan nilai ekonomi yang baik, dan mampu menciptakan status hukum khusus untuk para robot.

Pada laporan yang berupa draf undang-undang ini dibutuhkan persetujuan dari setiap negara anggota Uni Eropa yang akan membahas dan mengubah peraturan tersebut sebelum menjadi undang-undang yang sah pada bulan Februari mendatang.