Selalu Aniaya Etnis Rohingya, ISIS Beri Ancaman Keras Kepada Myanmar

Posted on
Selalu Aniaya Etnis Rohingya, ISIS Beri Ancaman Keras Kepada Myanmar
Selalu Aniaya Etnis Rohingya, ISIS Beri Ancaman Keras Kepada Myanmar

Indobaca.com

Polisi antiterorisme Malaysia mengingatkan pemerintahan Myanmar tentang ancaman masuknya kelompok teroris ISIS menyusul kekerasan yang secara terus menerus terhadap Muslim Rohingya oleh aparat militer negara tersebut.

Menurut Kepala polisi Malaysia divisi kontra-terorisme, , peringatan tersebut dikeluarkan setelah pihaknya berhasil menahan seorang terduga kelompok ISIS yang hendak berangkat ke Myanmar untuk melakukan aksi teror.

“Dia berencana untuk melakukan jihad di Myanmar, melawan pemerintah Myanmar untuk kelompok Rohingya di negara bagian Rakhine,” kata Ayob Khan, seperti yang dilansir Reuters pada 4 Januari 2017.

Ayob Khan juga menyebut terduga ISIS yang ditahan bulan lalu tersebut merupakan seorang warga Indonesia dan akan disidangkan pada Rabu, 4 Jabuari 2017. Jika memang terbukti bersalah maka ia akan dihukum 7 tahun penjara dan denda.

Menurutnya, banyak militan ISIS lainnya yang terdeteksi mencoba untuk membela Rohingya secara langsung di Myanmar.

“Kemungkinan besar mereka, baik itu dari ISIS atau kelompok lain, akan menemukan cara dan sarana untuk pergi ke Myanmar untuk membantu saudara-saudara Muslim Rohingya,” kata Ayob Khan.

Rohan Gunaratna, seorang ahli keamanan di Rajaratnam School Singapore of International Studies, menyebut ada indikasi ISIS sudah bercokol di Asia Tenggara untuk melakukan serangan, baik di Myanmar maupun kantor perwakilan negara itu di luar negeri. Pihak berwenang Singapura juga pernah menahan seorang militan ISIS yang merencanakan penyerangan ke kedutaan Myanmar di sana.

Etnis Rohingya sudah bertahun-tahun mengalami penganiayaan di Myanmar. Selain itu, Myanmar menyangkal kewarganegaraan mereka karena menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

Sejumlah kekerasan terhadap etnis Rohingya di negara mayoritas Budha tersebut telah mengundang kritikan dari dunia internasional termasuk Muslim yang menuduh bahwa Myanmar tengah melakukan Genosida etnis Rohingya.