Gengster Paling Berpengaruh di Brazil Picu Keributan dalam Lapas, 144 Napi Kabur

Posted on
Gengster Paling Berpengaruh di Brazil Picu Keributan dalam Lapas, 144 Napi Kabur
Gengster Paling Berpengaruh di Brazil Picu Keributan dalam Lapas, 144 Napi Kabur

Indobaca.com

Sebanyak 144 orang narapidana (napi) berhasil lolos saat kerusuhan brutal melanda penjara di Brasil. Korban tewas akibat kerusuhan tersebut direvisi menjadi 56 orang, dari yang tadinya disebutkan 60 orang.

Disampaikan Sekretaris Keamanan Publik Sergio Fontes, seperti dilansir AFP, Selasa (3/1/2017), kerusuhan yang dipicu pertikaian dua geng napi tersebut pecah pada Minggu (1/1) sore waktu setempat dan berlangsung hingga semalaman penuh di penjara yang ada di pinggiran Manaus, negara bagian Amazonas.

Dituturkan fotografer AFP yang ada di lokasi, bahwa jasad para korban yang berlumuran darah dan beberapa hangus terbakar ditumpuk di halaman penjara untuk kemudian dievakuasi. Fontes merevisi jumlah korban tewas, dari yang tadinya dilaporkan mencapai 60 orang, menjadi hanya 56 orang.

polisi brazil mengejar para napi yang kabur
polisi brazil mengejar para napi yang kabur

Kepolisian setempat berhasil mengendalikan situasi di dalam penjara pada Senin (2/1) pagi waktu setempat. Personel kepolisian bersenjata lengkap pun dikerahkan untuk memburu para napi yang kabur melalui serangkaian terowongan yang ditemukan di kompleks penjara Anisio Jobim.

Fontes menyebut 112 napi kabur dari penjara Anisio Jobim, sedangkan 72 napi lainnya kabur dari penjara lain, Antonio Trindade Penal Institute, yang terletak tak jauh dari penjara yang dilanda kerusuhan. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 40 napi yang berhasil ditangkap kembali.

Dengan demikian, hingga saat ini masih ada 144 napi yang kabur dan diburu otoritas setempat.

polisi brazil berjaga di sekitar penjara
polisi brazil berjaga di sekitar penjara

Sebanyak 12 sipir penjara yang sempat disandera, sebut Fontes, berhasil dibebaskan. Situasi di dalam penjara usai kerusuhan sangat mengerikan. Beberapa korban tewas dipenggal.

“Banyak (korban) yang dipenggal, dan mereka mengalami kekerasan yang parah,” tutur Fontes dalam konferensi pers.

Lebih lanjut, Fontes menyebut kerusuhan dipicu oleh pertikaian dua geng yang memiliki anggota di dalam penjara tersebut, yakni Family of the North (FDN) yang merupakan geng lokal berpengaruh dan musuhnya First Capital Command (PCC) yang merupakan salah satu geng terbesar di Brasil.

“Selama perundingan (untuk mengakhiri kerusuhan), para napi tidak memiliki tuntutan. Kami pikir mereka sudah melakukan apa yang mereka inginkan: membunuh anggota geng musuh,” tegasnya.