Inilah Alasan Upi Menolak Untuk Menyutradari Film Pertaruhan

Posted on
Inilah Alasan Upi Menolak Untuk Menyutradari Film Pertaruhan
Inilah Alasan Upi Menolak Untuk Menyutradari Film Pertaruhan

Indobaca.com

Pada tahun lalu, karier sutradara Upi bersinar dengan gemilang. Ia menyutradarai film ‘My Stupid Boss’ yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan selebritis multi talenta Bunga Citra Lestari dan Film tersebut meraih lebih dari 3 juta penonton.

Dengan penonton yang sebanyak itu, Film ‘My Stupid Boss’ berhasil bertengger di peringkat tiga film terlaris bioskop indonesia di tahun 2016 dan duduk di peringakat Enam jajaran film Indonesia terlaris sepanjang masa. Belum lagi bonus tiga Piala Citra dari Festival Film Indonesia yang diselenggarakan pada November tahun lalu.

Sejak saat itu, Upi menerima banyak tawaran menulis naskah dan menyutradarai film. Salah satunya, Pertaruhan. Namun Upi menolaknya.

“di tahun 2016, saya diminta menyutradarai film ini. Tapi maaf sekali, bagi saya pribadi film ini sudah tidak menantang lagi untuk saya sutradarai. Mengingat, saya sudah bikin tema serupa di film Serigala Terakhir. Saya lebih senang jika ada sutradara baru yang menggarap film ini dengan sudut pandang yang baru. Hasilnya pasti tentu lebih fresh lagi,” kata Upi beralasan.

Cerita lengkapnya begini.

“Setelah saya selesai menulis skenario Pertaruhan tahun 2006. Bahkan sebelum film berjudul Serigala Terakhir dibuat. Kemudian saya pun bertemu dengan sahabat saya, (sutradara) Krishto Damar Alam,” kata Upi di Jakarta,pekan ini.

Kepada Upi, Krishto mngungkapkan keinginannya membuat film tentang kakak beradik dan sebuah keluarga. Upi kemudian memoles dan menyodorkan sebuah naskah. Naskah tersebut kemudian dijajakan ke beberapa produser.

Tapi sayangnya, banyak produser menyatakan belum siap. Mereka bilang cerita itu sangat berat, terlalu laki-laki, sementara pasar film Indonesia didominasi oleh kaum perempuan. Yang artinya, dibutuhkan banyak cerita dari sudut pandang tokoh perempuannya. Skenario tersebut terbengkalai selama 10 tahun lamanya. Nah, pada 2016 lalu, naskah tersebut dilirik produser Investasi Film Indonesia, Adianto Sumardjono, dan Upi ditawari menyutradarai film itu namun ia memilih menolak.